Saya kurang setuju dan tidak setuju tentang opinian dari sodara Naka, karena pada dasarnya ujian nasional itu bukan sebagai tolak ukur para siswa, karena Indonesia itu luas sekali untuk ujian nasional sebagai ukuran bagaimana para siswa bisa memahami seperti di daerah plosok dan kota kan tingkat pembelajarannya sangat beda sekali demgan di kota. Apabila ujian nasional kan pemerintah bisa membenahi pendidikan agar semakin baik dan tidak amburadul seperti sekarang ini.
Sebetulnya pendidikan di Indonesia itu masih kurang sekali beda sengan negara-negara lain yang kebanyakan warganya pada pintar. Kalo yidak dilakukan ujian nasional malah peserta didik membuat santai dan tidak difikirkan dan dibuat santai. Dan tidak adil juga kalau ujian masional sebagai tolak ukur kelulusan selama sekolah karena ujian nasional biasanya orang jawa menyebutnya "bejo-bejoan". Kalau bisa ujian nasional tetap dilalukan kan dilaksanakan dengan baik tetapi jangan sebagai tolak ukur kelulusan tetapi melainkan dari cara peserta didik yang beraneka ragam bisa tidak menyelesaikan soal yang sama.
Asalkan saat melakukan ujian nasional soal harus tergaja dan jangan sampai bocor karena hal seperti itu sebagai bisa merusak moral bangsa, karena ketidak jujuran di awal ini. Seharusnya orang yang membuat soal dan yang menggandakan bisa ditaruk di daerah isolasi agar tidak ada masalah mengenai kebocoran soal.
Umumkan kepada peserta didik bahwa ujian ini tidak mempengaruhi kelulusan dan lain sebagainya.
Katakan juga bahwa ujian nasional tidak menentuka bahwa ujian nasional mempengaruhi masuk ke sekolah yang baik. Ujian nasioal jangan dihapuskan dan harus dibenahi sistre yang baik dan bagus.
Dan mengenai mata pelajaran yang diujikan sebaiknya semuanya bukan hanya 4 mata pelajaran saja. Tetapi semuanya agar adil dan tidak compalang dan tidak ada sepeti guru mata pelajaran un aja yang bekerja keras tetapi semua guru agar adil.
Dan mengenai pemadatan saya juga merasakan saya tidak pernah sekolah madrasah karena adanya pemadatan di sekolah untuk ujian nasional sehingga guru madrasah saya disaat saya sekolah saya sering disindir karena katanya lebih memberatkan duniawi sehingga antara dunia dan akhirat tidak imbang. Ujian seperti itu ya boleh diadakan pemadatan tetapi jangan disiang hari sebaiknya dilakukan pada pagi hari karenana pada pagi hari pikiran kita masih segar dan sangat mudah menerima pelajaran dengan baik. Mungkin itu saja menurut saya sampaikan, tetima kasih
(Firdausi Akiko Putri,3D PBSI)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar